4/12/2013

Hati-hati, Situs Porno ataupun Religi Bisa Jadi Berisi Malware


“Situsnya sendiri dinilai tidak menjadi rumah bagi si malware, melainkan iklan yang terpasang di situs tersebut yang bervirus”

Virus computer memang bisa datang dari mana saja. Namun kaum jahiliyah ini biasanya akan mencari media yang paling banyak diakses orang, sebagai alat penyebarannya. Salah satunya adalah melalui situs porno. Penelitian Conrad Longmore menemukan, dua situs porno populer memiliki risiko terbesar dalam menyebarkan virus komputer. "Kita bisa menyebut iklan itu sebagai iklan bervirus," ujar Conrad, seperti dilansir BBC.
Kaskus.com

Salah satu situs porno yang bertengger di nomor 46 situs populer Alexa, memiliki 1.067 iklan bervirus dari 20.986 halaman yang disaring selama 90 hari. Berdasarkan statistik Alexa, rata-rata pengguna situs tersebut membuka 10,3 halaman, yang berarti risiko mendapatkan iklan bervirus mencapai 42 persen. Pada situs porno lainnya, ditemukan iklan berbahaya 12,7 persen dari halaman yang ada (http://www.republika.co.id/berita/trendtek/internet/13/04/11/ml2i16-situs-porno-sumber-virus-komputer).

Alexa.com adalah situs internet yang dioperasikan oleh Alexa Internet, Inc., perusahaan berbasis di California, Amerika Serikat. Situs ini menyediakan informasi mengenai banyaknya pengunjung suatu situs berikut  urutannya. Alexa Internet didirikan pada tahun 1996 oleh Brewster Kahle dan Bruce Gilliat (http://id.wikipedia.org/wiki/Alexa_Internet).

Akan tetapi, Symantec, mengungkapkan fakta berbeda. Menurut  pihak perusahaan antivirus raksasa yang sukses dengan program antivirus andalannya, Norton, ini, kerawanan di dunia maya  terutama berada pada situs yang mengusung tema religi ketimbang situs porno. 

“Sangat menarik untuk dicatat bahwa situs dengan konten dewasa (porno) tidak masuk dalam lima besar yang terkena ancaman malware. Situs porno malah di urutan kesepuluh,” ungkap pihak Symantec dalam laporan tahunan Internet Security Threat. Bahkan kata mereka, situs religi memiliki ancaman virus tiga kali lipat dibanding di situs porno.

Alasannya, Symantec menganggap bahwa pemilik situs porno kebanyakan mengelola situsnya untuk menghasilkan uang, sehingga mereka akan berusaha agar situsnya bebas program jahat supaya pengguna tidak terjebak sehingga malas berkunjung lagi. Laporan ini didasarkan dari survei di lebih 200 negara di dunia melalui Symantec Global Intelligence Network. Sistem jaringan tersebut juga telah memblokir sekitar 5,5 miliar serangan malware di 2011, meningkat 81 persen dibanding akhir 2010 (http://beritacyber.com/symantec-situs-religi-lebih-rawan-virus-dibandingkan-situs-porno/1079).

Khusus situs-situs Indonesia, berdasarkan evaluasi malware online sepanjang Januari 2013 lalu, setidaknya ada sekitar 22 situs Indonesia yang terdeteksi mengandung malware. Menurut Vaksin.com, jenis malware yang paling banyak ditemukan menginfeksi situs-situs internet di Indonesia adalah malware jenis Java Script dan Trojan Redirector seperti JS:Trojan.Script.AAL, atau dikenal juga dengan nama JS:ScriptIP-inf dan Trojan Redirector.

Dampak yang dimunculkan trojan ini bermacam-macam. Trojan Redirector akan mengalihkan pengunjung ke situs lain seperti situs yang menawarkan obat pelangsing tubuh. Bahkan tidak menutup kemungkinan diarahkan ke situs porno atau situs yang mengandung malware lainnya. Javascript JS:Trojan.Script.AAL dapat melakukan banyak hal yang merugikan pengunjung situs, dari sekedar menampilkan pesan tertentu, mengalihkan trafik internet, sampai mengirimkan malware ke komputer pengunjung situs.

Sedangkan Javascript berisiko lebih tinggi karena dapat mengarahkan pengunjung mengunduh malware lain. Malware ini juga sering memalsukan dirinya sebagai software baik-baik guna mengelabui korbannya untuk mengaktifkan dirinya. Kebanyakan malware ini ditanamkan oleh kriminal dengan mengeksploitasi celah keamanan situs, misalnya oleh malware Ramnit yang sampai saat ini masih wara-wiri di Indonesia.

Korban malware online bervariasi, yang terbanyak berasal dari kalangan akademisi, diikuti  lembaga pemerintahan, anak perusahaan BUMN, hingga golongan swasta. Per tanggal 30 Januari 2013, mayoritas situs menurut Vaksincom masih mengandung malware dan belum dibersihkan. Berikut ini daftar 22 situs Indonesia yang sepanjang bulan Januari 2013 terdeteksi mengandung malware:

Sementara itu, perusahaan anti virus AVG Technologies mengemukakan hasil riset yang menyebutkan bahwa sebagian besar website (situs internet) bervirus di-hosting di AS. Temuan ini bertentangan dengan opini publik yang berkembang selama ini, yang menuding negara-negara seperti Cina dan Asia lainnya serta Eropa Timur, menjadi gudang server situs bervirus. "Hasil studi ini menjernihkan 'mitos' yang menyebutkan bahwa kode virus sebagian besar di-hosting di negara-negara dimana hukum e-crime kurang dikembangkan," kata Chief Technology Officer (CTO) AVG, Karel Obluk.

Obluk, menyebutkan, kegiatan monitoring terhadap web server aktif di seluruh dunia mengindikasikan, 44 persen server jahat di-hosting di AS. Urutan selanjutnya diikuti oleh Jerman dan China, masing-masing dengan persentase hanya lima persen. Banyak dari website bervirus ini merupakan situs resmi yang dikendalikan oleh hacker untuk melakukan serangan atas nama kepentingan pribadi. Total, terdapat 4.600 server berlokasi di seluruh wilayah AS.

Untuk mengetahui itu semua, AVG telah menganalisis serangan yang terjadi selama enam bulan terakhir, yang dilaporkan oleh 110 juta pengguna AVG LinkScanner di seluruh dunia. Riset ini mengindikasikan adanya peningkatan jumlah website bervirus yang menyasar kalangan end-user, yaitu virus yang fokus mencuri informasi data personal banking, kartu kredit, dan password, ke jejaring social (http://www.kaskus.co.id/post/510b5d9a7c1243961d00000d).

Dunia online itu mengasyikkan sekaligus membahayakan. Ingat, selalu waspada di dunia online. Jangan cepat tertipu oleh tawaran-tawaran aneh, e-mail berisi attachment (lampiran) aneh, ataupun men-download program, aneh karena mungkin saja hal tersebut bisa membahayakan komputermu (http://www.gagasmedia.net/artikel/543-tip-penting-melindungi-komputer-dari-virus.html).**


Newspeg:

2 komentar: