4/08/2013

Flu Burung Strain Baru Mengancam Dunia



"Pemerintah Cina telah memusnahkan ribuan unggas di pasar Huhuai, Shanghai, tempat pertama kali virus ini ditemukan pada merpati"

Virus flu burung strain baru, H7N9, merebak di negeri tirai bambu. Sudah enam warga Cina yang tewas akibat virus ini, sementara 14 lainnya dinyatakan terinfeksi. Untuk mencegah penularan ke Indonesia, Kementerian Pertanian telah mengambil langkah menghentikan impor bulu bebek dari Cina. 
Scmp.com

Penghentian ini dilakukan hingga Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) menyatakan produk tersebut aman. Meski hanya sedikit, Indonesia sempat aktif mengimpor bulu bebek dari Cina. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan belum ada vaksin yang bisa menyembuhkan manusia dari serangan H7N9. Pemerintah Cina telah memusnahkan ribuan unggas di pasar Huhuai, Shanghai, tempat pertama kali virus ini ditemukan pada merpati (http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/04/07/mkw0sz-indonesia-hentikan-impor-bulu-bebek-dari-cina).

Dinas pertanian Cina, Kamis (4/4), mengatakan, virus H7N9 telah dideteksi dari sampel merpati yang dikumpulkan di satu pasar di Shanghai. Sampel itu menurut satu pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Pertanian Cina, dikumpulkan di satu pasar yang menjual produk pertanian di Kabupaten Songjiang, Shanghai, dan diperiksa positif mengandung virus H7N9 oleh laboratorium rujukan flu unggas nasional.

Setelah melakukan analisis rangkaian gen, laboratorium tersebut menyimpulkan bahwa rangkaian virus H7N9 yang ditemukan pada merpati sangat sejenis dengan yang ditemukan pada orang yang terinfeksi virus H7N9. Dinas kesehatan Cina telah menjanjikan transparansi dan kerja sama dengan WHO sehubungan penularan virus ini ada manusia. Pusat bagi Pencegahan dan Pemantauan Penyakit Cina, Rabu (3/4), mengatakan, tak ditemukan penularan dari manusia-ke-manusia dan tak ada hubungan epidemiologi antara semua kasus yang telah ditemukan (http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/13/04/04/mkqkb7-virus-h7n9-terdeteksi-di-merpati).
Selain menyetop impor bulu bebek, langkah pencegahan juga dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan  berkoordinasi secara intensif dengan WHO untuk mengikuti perkembangan epidemiologi dengan ketat. Demikian dinyatakan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Tjandra Yoga Aditama.
Langkah lain adalah dengan membagikan informasi ke jajaran kesehatan dan mengirimkan surat edaran ke semua provinsi, agar setiap pemerintah daerah melakukan pengamatan ketat dan respon dini. Misalnya dinas-dinas kesehatan (dinkes) harus mencermati setiap kejadian kematian unggas mendadak di wilayah kerja masing-masing, terutama yang terjadi secara masal. 

Masyarakat luas juga perlu diberikan penyuluhan untuk segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan bila ada keluarga atau tetangga yang sakit. “Namun perlu dijaga agar tidak timbul kepanikan," kata Tjandra, Ahad (7/4). Sementara itu, Kemenkes membuka posko KLB untuk flu burung. Masyarakat yang menemukan kasus dengan gejala flu burung dapat melaporkan ke telepon 021-4257125 atau 021-36840901, SMS ke 021-36840901 atau surat elektronik ke poskoklb@yahoo.com (http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/04/07/mkvyf2-ini-langkah-kemenkes-cegah-flu-burung-h7n9).

Sebagai respon kasus tersebut, Otoritas Cina telah memperpanjang larangan penjualan unggas di kota Nanjing setelah menutup pasar di Shanghai pada Sabtu (5/4). Otoritas juga sudah memusnahkan sekitar 20.500 burung di dua pasar unggas di Shanghai. Burung di Cina biasanya dijual dalam kondisi hidup. Dalam keterangan terakhirnya, WHO menyatakan belum ada bukti penularan dari manusia ke manusia. Namun, 500 orang yang memiliki kontak dekat dengan 18 orang yang terinfeksi, dimonitor dengan ketat.

Cina juga menginvestigasi kasus di Provinsi Jiangsu dimana seorang yang melakukan kontak dengan penderita flu burung merasakan gejala sakit. Penyakit dari H7N9 merupakan bentuk avian flu yang sebelumnya belum pernah ditemukan di manusia. Virus tersebut berbeda dengan strain H5N1, virus flu burung yang telah menewaskan 360 orang di dunia sejak ditemukan pada manusia di 2003 (http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/13/04/07/mkuz0o-cina-konfirmasi-dua-kasus-baru-flu-burung).

Mengamati perkembangan wabah virus flu burung strain baru ini, pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan kesiapan membantu petugas kesehatan dunia jika diperlukan. Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS memeriksa urutan genetika virus, dan menilai tingkat keparahannya, kata badan itu dalam lamannya. “Tindakan itu rutin dilakukan setiap kali strain baru flu terdeteksi," kata juru bicara Gedung Putih, Caitlin Hayden, seperti dilansir Reuters (http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/13/04/05/mks1bi-gedung-putih-lacak-perkembangan-flu-burung-cina).


Meskipun WHO menyatakan belum ada vaksin yang bisa menyembuhkan manusia dari serangan H7N9, namun sebelumnya BBC melaporkan bahwa tes menunjukkan virus dapat diobati dengan obat anti flu, Tamiflu, dan Relenza. Flu burung ditandai dengan infeksi pernapasan yang parah. Pemerintah Cina juga menyarankan warganya untuk meningkatkan kebersihan, termasuk mencuci tangan dan menghindari kontak langsung dengan hewan sakit dan mati. WHO tidak merekomendasikan pembatasan perjalanan atau perdagangan dengan Cina (http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/13/04/05/mkri4p-lima-orang-tewas-karena-flu-burung-di-cina).

Pada 1 April lalu, Komisi Kesehatan Nasional dan Keluarga Berencana Cina merilis bahwa ada seorang perempuan berusia 35 terinfeksi virus sejenis di kota Chuzhou provinsi Anhui dan langsung dirawat intensif, setelah sebelumnya dikabarkan dua pria warga Shanghai meninggal karena terinfeksi H7N9. Kedua pria itu adalah seorang pria 87 tahun yang diidentifikasi sebagai korban pertama H7N9. Dia diketahui mulai mengalami sakit sejak 19 Februari lalu, dan ditemukan meninggal pada 27 Februari. Pria kedua masih berusia 27, sakit sejak 27 Februari, meninggal pada 4 Maret. 
Belum teridentifikasi apakah para korban saling menularkan satu sama lain. Pasalnya, di antara 88 orang yang memiliki kedekatan dengan para korban, tidak ditemukan infeksi. Juru bicara badan kesehatan PBB, WHO, Timothy O'Leary, menyatakan bahwa WHO tengah mengawasi perkembangan terbaru infeksi H7N9. 

"Belum ada bukti penularan manusia dengan manusia. Perkembangan virus pun tidak signifikan. Risiko pada kesehatan masyarakat pun rendah,” jelas O’Leary, Senin (1/4). Dia menjelaskan, H7N9 dikenal sebagai jenis virus patogen rendah yang tidak mudah ditularkan antar manusia. Kasus kematian manusia akibat flu burung, ujar O’Leary, biasanya disebabkan virus H5N1 yang tersebar di kawasan Asia sejak 2003 (http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/13/04/01/mkk7o7-dua-warga-shanghai-meninggal-terinfeksi-flu-burung).

Sementara virus flu burung strain baru merebak di Cina, di Indonesia Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN), mewakili negara, pada Kamis (7/2) memanggil dua instansi yang diduga terkait kasus korupsi proyek vaksin flu burung. Kedua instansi tersebut yaitu Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan PT Biofarma.

Ketua BAKN, Sumarjati Arjoso, mengatakan pemanggilan dua institusi tersebut berdasarkan telaah BAKN terhadap hasil audit BPK bahwa terdapat potensi kerugian negara sebesar Rp 468,98 miliar. Sebelumnya, BAKN menggulirkan hasil telaahnya agar ditindaklanjuti Komisi IX DPR. Namun setelah Komisi IX sempat membuat Panja Flu Burung, kasus ini justru menguap begitu saja di komisi tersebut.

Di ranah hukum, kasus ini sudah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan kepolisian. Namun, terdapat perbedaan hasil penyelidikan antara KPK dengan kepolisian. Perbedaan terjadi disebabkan ada pembagian tugas untuk menyelidiki proyek yang dilaksanakan secara tahun jamak (multi years) tersebut.

KPK menyelidiki proyek vaksin flu burung tahun anggaran 2011 dan menyelidiki pengadaan pabrik vaksin flu burung senilai Rp 1,3 triliun yang dibangun di kawasan Pasteur, Bandung. Dalam penyelidikannya, KPK menemukan dugaan keterlibatan M Nazaruddin saat menjabat bendahara umum Partai Demokrat.

Sedangkan kepolisian menyelidiki proyek vaksin flu burung tahun anggaran sebelumnya, yakni 2008 hingga 2010. Dari hasil penyelidikan kepolisian di Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan di Kemenkes dalam kasus yang merugikan negara sebesar Rp 300 miliar ini, penyidik menetapkan seorang pejabat instansi tersebut sebagai tersangka.

Polisi juga sudah menggeledah PT Biofarma di Pasteur maupun Cisarua, Bandung, sebuah gudang di kota yang sama, laboratorium di sebuah universitas negeri di Surabaya, dan kantor Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI (http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/13/02/07/mhud2f-bakn-panggil-kemenkesbiofarma-soal-kasus-flu-burung).**





Tidak ada komentar:

Posting Komentar