7/13/2013

Liburan ke P.Komodo, Gwyneth Paltrow: Mimpi Saya Terwujud



Sejak masuk menjadi satu dari tujuh keajaiban dunia yang baru, Pulau Komodo kini mulai dikenal dunia. Aktris ternama Hollywood, Gwyneth Paltrow, bahkan menjadikan pulau ini sebagai tujuan libur musim panasnya pada Mei  2013 lalu. Dalam tulisan yang ia muat dalam blognya, www.goop.com, Paltrow menulis, “Mimpi saya terwujud saat saya melakukan perjalanan ke Indonesia untuk pertama kalinya." Dalam blognya itu, Paltrow juga memuat peta kuno Pulau Komodo dan sekitarnya, yang menunjukkan pengetahuannya bahwa P. Komodo ada di Indonesia. Namun apa yang dilakukan media sekelas Daily Mail?

GP bersama kru kapal liburannya di P.Komodo (detik.com)
Media yang namanya cukup terpandang di Inggris ini, dalam satu artikel online-nya, secara tidak akurat telah menyebut bahwa Pulau Komodo terdapat di Jepang. Artikel yang dipublikasikan pada 11 juli 2013 tersebut menceritakan tentang pengaruh pemanasan global pada kadal. Disebutkan, bahwa ilmuwan meyakini kadal pemakan daging tumbuh lebih besar dari sepupu mereka pemakan tumbuhan karena kurangnya predator. Dengan temuan itu, Daily Mail menuliskan bahwa kadal terbesar saat ini, seperti karnivora komodo di Pulau Komodo, tumbuh besar karena ketiadaan mamalia besar (predator) yang memakan mereka.

Dalam artikel yang dimuat di media Inggris tersebut (lihat: http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-2360392/Could-global-warming-lead-10ft-reptiles-Scientists-say-small-plant-eating-lizards-grow-size-Komodo-dragons.html), dituliskan: “Because today’s largest lizards, like the carnivorous Komodo Dragon of Komodo Island, Japan, are found soley on mammal-free islands, scientists have suggested that lizards can grow large only in the absence of large mammals that compete with them or eat them.” (http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/13/07/12/mpts5r-media-inggris-sebut-pulau-komodo-ada-di-jepang).

Namun pihak yang pernah memperjuangkan Pulau Komodo menjadi satu dari New Seven Wonders of Nature, boleh bangga ketika Gwyneth Paltrow mengaku puas setelah berlibur ke pulau ini. "Mimpi saya terwujud saat saya melakukan perjalanan ke Indonesia untuk pertama kalinya," kenang Gwyneth Paltrow dalam tulisan yang ia muat dalam blognya itu (lihat: http://www.goop.com/journal/go/233/indo-mag).

Paltrow berlibur ke Pulau Komodo pada Mei silam, bersama suaminya, Chris Martin, dan dua orang anaknya. Selama kunjungannya itu, Paltrow merasakan sensasi bertemu komodo langsung di alam liar. "Tidak pernah kami bayangkan sebelumnya bahwa kami bisa melihat komodo di alam liar, berenang bersama penyu besar, atau diajarkan membuat hidangan asli di situ," tulis Gwyneth. Dalam blognya tersebut, Gwyneth juga mengunggah foto-foto saat ia berpetualang di sana.

Ia juga mengunggah gambar kapal yang membawa mereka mengarungi laut Indonesia selama empat hari. Tidak ketinggalan bintang Iron Man ini juga mengunggah sejumlah foto makanan khas yang mereka santapselama di sana, di antaranya adalah pepes ikan, orek tempe, serta sambal colo-colo (http://www.republika.co.id/berita/senggang/blitz/13/07/12/mpt47x-gwyneth-paltrow-liburan-ke-pulau-komodo).

Pulau Komodo resmi masuk menjadi New 7 Wonders of Nature pada 16 Mei 2012. Konfirmasi ini didapat setelah menunggu lebih dari lima bulan, setelah lebih dari 200 juta suara mendukungnya dalam kompetisi tersebut. ''Saya berterima kasih atas dukungan rakyat atas proses panjang sehingga akhirnya Taman Nasional Komodo bisa diakui secara internasional. Voting berakhir November lalu dan dibutuhkan sekian lama untuk mengaudit,'' ujar Dewan Pembina Yayasan Komodo Kita, Jusuf Kalla (JK), kala itu.

Pengakuan resmi itu dilakukan dengan pencabutan tanda provisial yang tertera di logo Taman Nasional Komodo di situs resmi www.n7w.com. Pencabutan dilakukan secara langsung oleh pihak penyelenggara yang disaksikan oleh JK dan Ketua Dewan Pengawas Yayasan Komodo Kita, Sofyan Wanandi, juga oleh duta Komodo seperti Bunda Ivet Slank ('http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/05/16/m446ea-taman-nasional-komodo-resmi-jadi-new-7-wonders-of-nature).

Dengan adanya konfirmasi tersebut, maka berakhirlah polemik tentang kesahihan kompetisi tersebut yang sempat dipertanyakan sejumlah pihak ketika itu. Bertempat di Gedung PMI Pusat, Jakarta Selatan, tim Pendukung Pemenangan Komodo (P2Komodo), menggelar telekonferensi dengan pihak New 7 Wonder di Swiss pada 11 November 2012. Pada kesempatan itu, pihak tim P2Komodo yang diwakili Widia Jatiningrum, menyatakan, kompetisi New7 Wonder adalah kontes popularitas berskala global yang didahului seleksi dengan kriteria ilmiah.

"Penilaiannya dilakukan oleh ilmuwan dan ahli terkenal dunia," ujarnya. Ia mengakui, untuk mengikuti kompetisi ini harus membayar biaya pendaftaran sebesar 199 dollar AS. Tetapi biaya tersebut kata Widia, sangat murah dibandingkan dengan biaya pendaftaran World Heritage UNESCO yang 675 dolar AS. Dikatakan Widia, kompetisi ini hanya diselenggarakan sekali seumur hidup. Tetapi dampaknya akan sangat panjang serta akan masuk dalam ingatan penduduk dunia untuk para generasi mendatang. "Ini adalah cara yang sangat efektif untuk mempromosikan Indonesia dan Komodo untuk generasi ke generasi," katanya (http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/11/11/04/lu496h-pendukung-komodo-jawab-kritikan-dengan-jumpers-bersama-panitia-langsung-dari-swiss).

Kecenderungan Eksploitasi P.Komodo
Sejak menyandang predikat New7Wonders of Nature, Pulau Komodo memang makin banyak dikunjungi. Salah satu indikatornya adalah jadwal penerbangan yang melonjak dua kali lipat. "Frekuensi kunjungan meningkat drastis," ujar Dirjen  Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sudirman Saad. Akan tetapi kondisi ini ternyata menimbulkan dilema bagi Pulau Komodo. Di satu sisi, nama Indonesia otomatis terangkat di dunia internasional. Namun di sisi lain, ada kecenderungan eksploitasi yang tidak terkendali, meskipun belum sampai merusak lingkungan. Jika tidak ada penanganan profesional, eksotisme Pulau  Komodo akan terancam dengan melonjaknya jumlah pengunjung.

Saat ini pemerintah masih mengkaji metode pengelolaan yang tepat untuk kawasan ini.  Dengan statusnya sebagai kawasan konservasi hutan dan laut, peraturan yang ada menyebutkan bahwa hanya 10 persen dari total kawasan konservasi yang boleh dimanfaatkan untuk kebutuhan pariwisata. Pemerintah, ujar Sudirman, perlu mengatur sistem kelola agar kebutuhan antar sektor saling terpenuhi (http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/04/01/mkl2s1-lebih-terkenal-pulau-komodo-punya-dilema-baru).

Adanya kecenderungan pemanfaatan keterkenalan Pulau Komodo dapat dilihat dari harga tanah di kawasan Pulau Komodo dan sekitarnya yang melonjak. "Harga tanah pun disini langsung meroket, menjadi 10 jutaan per meter,’’ ujar Asisten I Bidang Pemerintahan Kabupaten Manggarai Barat, Benedektus Banu. Bagaimana tidak, menurut Benedekus, seperti dikutip dari rilis resmi Jusuf Kalla (Senin/27/5/13), jumlah wisatawan yang dahulu di bawah 20 ribuan, kini melonjak mendekati angka 50 ribuan per tahun.

Suasana di Labuan Bajo, sejak Komodo dikukuhkan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia, terus menunjukkan geliat pembangunan. Media Officer Jusuf Kalla, Husain Abdullah, mengatakan, beberapa tanda-tanda kemajuan dan pembenahan infrastuktur sudah mulai terlihat. Bandara Komodo di Labuan Bajo, kini dibangun lebih modern dan rencananya akan dipakai saat event Sail Komodo, 9-14 September 2013 (http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/05/27/mngdz4-harga-tanah-di-pulau-komodo-capai-rp-10-juta-per-meter).**

Banyak yang Tak Bermerek dan Murah, Tren Tablet Mulai Usang



Harga komputer tablet anjlok di tengah membanjirnya produk baru dan semakin sengitnya persaingan di pasar ini. Sejumlah penjual melepas tablet dengan harga kurang dari 100 dolar AS. Rob Enderle, analis dari Enderle Group, mengatakan, banjir perangkat tablet kualitas rendah bisa menjadi bumerang yang mematikan selera konsumen. "Begitu pasar menjadi jenuh, Anda akan menyaksikan harga semakin tertekan," kata Enderle.

ROL
Jitesh Ubrani, analis pada lembaga riset IDC, mengatakan, banyak tablet murah berasal dari vendor kecil tidak bermerek. Vendor kecil ini mulai melirik pasar tablet karena melihat pasar PC (personal computer/computer pribadi) jatuh. Ubrani memperkirakan harga rata-rata tablet kian jatuh dan pengapalan tablet diperkirakan bakal melampaui pengiriman seluruh PC pada 2015—mengingat harganya yang kian terjangkau (http://www.republika.co.id/berita/trendtek/gadget/13/07/12/mpsdz2-harga-tablet-kian-anjlok).

Sementara itu, Kepala Eksekutif Blackberry, Thorsten Heins, dengan nada sedikit sesumbar, mengklaim bahwa telepon genggam layar lebar akan menggantikan tablet dalam lima tahun ke depan. "Dalam lima tahun saya tidak berpikir akan ada alasan untuk memiliki tablet. Mungkin layar lebar di meja kerja, (tapi) bukan semacam tablet. Tablet sendiri tidak bagus untuk model bisnis," ujarnya dilansir The Telegraph. Ucapannya ini sempat menuai kritik para analis (http://www.republika.co.id/berita/trendtek/gadget/13/05/01/mm4076-blackberry-tablet-hanya-bertahan-lima-tahun).

Saat ini, Amazon telah memangkas harga tablet produksinya Kindle HD sampai 169 dolar AS di AS, dan 139 pounsterling di Inggris. Sedangkan Barnes & Noble menekan harga tablet Nook buatannya menjadi 129 dolar AS. "Sejak Hewlett-Packard (HP) meluncurkan tabletnya, ada banyak tekanan terhadap harga-harga," kata Enderle. HP menjual Slate yang berukuran tujuh inci dan bersistem operasi android dengan harga 139 dolar AS, sehingga komputer tablet seukuran sampul buku ini bisa dijangkau pasar (http://www.republika.co.id/berita/trendtek/gadget/13/07/12/mpsdz2-harga-tablet-kian-anjlok).

Tablet Jadi Komputer Utama
Satu kelompok riset teknologi menyebutkan, penjualan PC terus menurun karena banyak orang memilih tablet ketimbang PC sebagai perangkat komputer utama. Gartner, demikian nama kelompok riset yang berbasis di Amerika Serikat (AS) itu, mengatakan, penjualan PC menurun hampir 11 persen pada kwartal kedua tahun 2013 dari periode yang sama tahun lalu. Kelompok itu mengatakan, ini kwartal kelima berurutan penjualan menurun; paling lama dalam sejarah pemasaran PC seperti dilansir VOA.

Laporan itu mengatakan, konsumen di berbagai penjuru dunia kini lebih memilih membeli tablet karena harganya lebih terjangkau. Di pasar-pasar yang sedang bangkit, kelompok itu mengatakan, tablet-tablet yang murah kini menjadi perangkat komputer utama bagi banyak orang. Komputer jenis tablet menjadi populer setelah iPad yang diproduksi Apple dirilis pada 2010. Harga-harga tablet sejak itu jatuh di tengah-tengah kompetisi yang memanas dari para produsen yang membanjiri pasar dengan alternatif-alternatif yang lebih murah (http://www.republika.co.id/berita/trendtek/gadget/13/07/12/mpshcr-makin-murah-penjualan-tablet-meroket).

Komputer tablet adalah suatu komputer portabel lengkap yang seluruhnya berupa layar sentuh datar. Ciri pembeda utamanya adalah penggunaan layar sebagai piranti masukan dengan menggunakan pensil stilus, pena digital, atau ujung jari, alih-alih menggunakan papan ketik atau tetikus. Sejarah computer tablet dimulai ketika Microsoft memperkenalkan versi Windows XP untuk komputer tablet yang disebutnya Tablet PC pada tahun 2000. Sementara Apple baru menyusul meluncurkan versi komputer tabletnya pada 2010 dengan nama iPad. Pada 2011 Samsung menguntit dengan meluncurkan versi komputer tablet Galaxy Tab 7 (yang kemudian dilanjutkan dengan peluncuran Samsung Galaxy Tab 7.0 Plus) dan 10.1(P7100). (https://id.wikipedia.org/wiki/Komputer_tablet).

BlackBerry: Saatnya Ber-smartphone-ria
Sementara itu, Kepala Eksekutif Blackberry, Thorsten Heins, sesumbar  bahwa telepon genggam layar lebar akan menggantikan tablet dalam lima tahun ke depan. Dengan demikian, lanjutnya, Blackberry tidak akan memasuki bisnis tablet PC lagi. BlackBerry beberapa waktu lalu, melahirkan tablet PC yang dinamai BlackBerry PlayBook. Namun, perangkat genggam yang mengusung sistem operasi pendahulu BlackBerry 10, QNX, itu, tak terlalu laku di pasaran. Namun Heins tak rendah diri. Ia malah kemudian menyatakan baru saja mengembalikan laptopnya ke departemen teknologi informasi BlackBerry dan sekarang hanya menggunakan smartphone dan tablet. Namun, ia percaya bahwa tak lama lagi ia hanya akan membawa smartphone ke mana-mana.

Sebagai bukti, kata Heins, beberapa pelanggan di beberapa negara Afrika dan Asia yang merupakan pasar utama yang menjaga BlackBerry tetap hidup,  sudah menggunakan smartphone untuk menjalankan usaha mikro. "Mereka benar-benar dekat dengan komputasi mobile daripada kita," katanya. Heins menjelaskan, perusahaannya mengejar target memutuskan duopoli di pasar smartphone dunia yang saat ini dipegang Apple dan Samsung. "Saya ingin mendapatkan pangsa pasar sebanyak-banyaknya yang saya bisa," katanya.

Sesumbar  Heins ini sempat menuai kritik sejumlah analis. Pasalnya tablet telah menjadi pendapatan utama bagi pesaingnya dalam bidang smartphone apalagi tablet, yakni Apple dan Samsung. Namun, semakin berkurangnya margin keuntungan iPads (memang) menunjukkan minat pasar terhadap tablet berkurang dari waktu ke waktu (http://www.republika.co.id/berita/trendtek/gadget/13/05/01/mm4076-blackberry-tablet-hanya-bertahan-lima-tahun/http://www.republika.co.id/berita/trendtek/gadget/13/05/01/mm3ydj-bos-blackberry-tablet-usang-lima-tahun-lagi).

Di tengah Blackberry, Apple, dan Samsung berebut pasar, Intel  malah sibuk memperkenalkan komputer masa depan jenis baru, yang akan disebut komputer  2-in-1 (two in one). Senior Vice President and General Manager PC Client Group Intel, Kirk Skaugen, mengatakan, komputer 2-in-1 ini dimaksudkan untuk mengisi celah yang kini ada di antara perangkat untuk konsumsi konten (smartphone dan tablet), dan produktivitas (PC dan notebook).

Executive Vice President and General Manager of Sales and Marketing Group Intel, Tom Kilroy, dalam acara peluncuran prosesor Intel Core Generasi ke-4, Selasa (4/6/2013), mengatakan, "Konsep dua alat dalam satu kemasan ini mengombinasikan produktivitas, kemampuan menjalankan aplikasi-aplikasi standar Windows, dan portabilitas." Diharapkan kata Killroy, perangkat ini bisa mengombinasikan aspek produktivitas pada notebook tradisional, dan aspek entertainment pada tablet. Dia memperkirakan harga perangkat 2-in-1 ini akan dibanderol sebesar 399 dolar AS (http://tekno.kompas.com/read/2013/06/05/09494136/Masa.Depan.Komputer.adalah.2in1)**

7/12/2013

Tangkal Penyadapan, Rusia Bakal Kembali Gunakan Ketikan Jadul



Maraknya isu spionase belakangan ini, membuat Rusia paranoid. Demi mencegah kebocoran rahasia negaranya dari penyadapan informasi oleh pihak-pihak yang tak diinginkan melalui sistem komputerisasi, lembaga negara Rusia yang bertanggung jawab menjaga komunikasi Kremlin, berniat membeli mesin tik yang lebih manual. Entah sekedar lelucon atau serius, berbagai kasus pembocoran oleh WikiLeaks dan yang sekarang ini masih panas bergulir yakni kasus Edward J. Snowden, disebut-sebut sebagai pemicunya.

Mesin tik jadul? (detik.com)
Meski begitu, seorang sumber di Lembaga Garda Federal yang dikenal dengan akronim nama Rusianya FSO, mengatakan, Kamis (11/7), pembelian ini telah direncanakan selama lebih dari satu tahun terakhir. Dinyatakan oleh laman lembaga pengadaan negara Rusia, zakupki.gov.ru, Lembaga Garda Federal yang juga bertugas melindungi Presiden Rusia, Vladimir Putin, ini, akan menghabiskan lebih dari 486 ribu rubel (Rp 148 juta) untuk membeli sejumlah mesin tik listrik.

Pemberitahuan di laman itu diunggah pekan lalu. Seorang juru bicara untuk lembaga itu menolak memberi komentar. Surat kabar pro-Kremlin, Izvestia, melaporkan bahwa lembaga negara itu berniat membeli 20 mesin ketik karena penggunaan komputer untuk dokumen sangat rahasia tampaknya tidak lagi aman (http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/13/07/11/mprzb5-kremlin-kembali-gunakan-mesin-ketik).

Bagaimana Rusia tidak was-was. Sejak kasus Snowden mengemuka, sejumlah negara disebut-sebut menjadi sasaran program spionase Amerika Serikat (AS). Apalagi kasus Snowden ini berkenaan dengan spionase besar-besaran negara adidaya itu yang dikabarkan memanfaatkan jaringan sejumlah server tekemuka mulai Google, Facebook, hingga Apple. Selain itu, program bernama PRISM, besutan badan keamanan nasional AS (NSA)yang dibocorkan Snowden ini, juga disebut-sebut melakukan penyadapan melalui jaringan telepon, email, dan sms.

Berdasar dokumen bocoran mantan pegawai lembaga intelijen AS (CIA) ini ke surat kabar The Guardian, misalnya terungkap bahwa Prancis, Italia dan Yunani, termasuk di antara 38 sasaran gerakan mata-mata divisi sandi AS. Menurut salah satu arsip NSA yang bocor tersebut, pejabat sandi menyasar kedutaan dan kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan menanamkan penyadap di sarana elektronika komunikasi. Mereka, ungkap laporan di laman The Guardian, Minggu (30/6/13), memanfaatkan kabel dan mengumpulkan komunikasi dengan antena khusus.

Upaya tersebut juga dilakukan untuk menguping kedutaan Prancis, Italia, dan Yunani, di Ibukota AS Washington. Sementara Jepang, Meksiko, Korea Selatan, India, dan Turki, disebut-sebut dokumen tersebut sebagai sasaran penyadapan pada 2010. Mingguan Jerman Der Spiegel, sebelumnya juga mengungkapkan bahwa Uni Eropa (UE), adalah salah satu sasaran program besar mata-mata Internet Washington tersebut, dengan penyadap tersembunyi di kantor UE di Brussels dan AS.

Menurut dokumen yang diterima The Guardian, alat penyadap ditanamkan di mesin fax tersandikan di kedutaan UE di Washington. Penyadapan itu bagian dari gerakan "Perdido", yang diduga untuk mempelajari perpecahan di antara negara anggota. Aksi penyadapan terhadap kantor Prancis untuk PBB diberi kata sandi "Blackfoot", sementara untuk kedutaannya di Washington dinamai "Wabash". Sedangkan kedutaan Italia di Washington disasar dengan sandi "Bruneau". UE, Paris, dan Berlin, Minggu (30/6) menanggapi dengan berang dan menuntut jawaban Washington atas tuduhan memata-matai kantor badan Eropa itu (http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/13/07/01/mp9gql-as-juga-sadap-kantor-kedutaan-prancis-italia-yunani).

Presiden Prancis, Francois Hollande, telah secara khusus meminta AS berhenti memata-matai negaranya dan UE. "Kami tidak dapat menerima perilaku semacam ini di antara mitra dan sekutu," kata Hollande. "Kami minta ini segera dihentikan." Hollande menyatakan, unsur yang  dikumpulkan telah cukup bagi Prancis untuk meminta penjelasan Washington tentang tuduhan program mata-mata tersebut. "Tidak akan ada perundingan atau pembicaraan di semua bidang hingga kami memperoleh jaminan itu, untuk Prancis, juga untuk seluruh Uni Eropa, untuk semua mitra Amerika Serikat," kata Hollande kepada wartawan (http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/13/07/01/mp9m7q-presiden-prancis-minta-as-setop-mematamatai).

Bersamaan dengan memanasnya hubungan antar negara sekutu tersebut, Menteri Luar Negeri Ekuador, Ricardo Patino Aroca, mengatakan, selama kunjungannya ke Inggris bulan lalu, telah ditemukan alat penyadap tersembunyi di kedutaan negaranya di London. Dalam konferensi pers di ibukota Ekuador, Quito, Patino mengatakan, penyadap tersebut ditemukan saat pengecekan rutin kedutaan besarnya di Inggris oleh intelijen Ekuador pada 16 Juni 2013.

"Kami segera menginvestigasi untuk menemukan sumbernya dan akan merilis hasilnya besok termasuk sumber alat itu, siapa yang menggunakannya, dan departemen apa yang memasangnya," ungkap Patino seperti dikutip Al-Jazeera. Dia berharap, ada negara atau organisasi yang dapat memberi penjelasan mengenai alat tersebut. Namun, dia membantah hal itu berkaitan dengan program mata-mata AS, PRISM (http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/13/07/04/mpead0-alat-sadap-ditemukan-di-kedutaan-ekuador-di-london). Dalam dokumen-dokumen PRISM yang dibocorkan Snowden, dikatakan bahwa AS sudah lama mengintai dan mengumpulkan sejumlah besar data, baik terhadap warga AS sendiri maupun orang asing.
Jerman Bidikan Utama NSA
Gusar dan prihatin atas kelakuaan sekutunya ini, terlebih Jerman juga disebut-sebut dalam dokumen yang bocor tersebut, Kanselir Jerman, Angela Markel, telah meminta penjelasan Presiden AS, Barack Obama. "Presiden memastikan kepada Kanselir bahwa Amerika Serikat menanggapi dengan serius keprihatinan sekutu dan partner mereka di Eropa," tulis siaran pers yang dilansir AFP. Masing-masing pihak dikabarkan akan melakukan pertemuan lanjutan, baik antara Gedung Putih dengan Jerman, maupun dengan UE (http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/13/07/04/mpe7g0-obamamerkel-diskusikan-program-matamata-as-segera-gelar-pertemuan).

Sebelumnya,  Der Spiegel seperti dikutip AFP, mengungkapkan bahwa dinas rahasia AS telah menyadap setengah miliar panggilan telepon, email, atau sms di Jerman, dalam sebulan. Metadata, yang menjadi petunjuk kapada dan siapa yang berkomunikasi, disimpan di markas besar NSA. Dari informasi itu terlihat pada Desember lalu NSA telah menyadap metadata sekitar 15 juta percakapan telepon setiap hari, dan sekitar 10 juta komunikasi internet.  Pada hari-hari tertentu, angka ini bahkan lebih besar.

Dibandingkan Prancis yang menurut Der Spiegel “hanya” mengalami penyadapan dua juta komunikasi setiap hari, angka penyadapan NSA di Jerman ini menempatkan Jerman menjadi negara bidikan utama NSA. Jerman pun bereaksi keras, seolah bercampur trauma jika merujuk pada sejarah kelam mata-mata dan polisi rahasia di zaman Nazi dan komunis Jerman Timur di era silam (http://www.republika.co.id/berita/trendtek/internet/13/07/01/mp7xid-as-sadap-ratusan-juta-email-jerman).

Menyadari namanya juga disebut-sebut dalam dokumen NSA yang bocor tersebut, Turki pada 3 Juli 2013, juga memanggil  kepala perwakilan sementara kedutaan AS di Ankara, Jess Baily. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Turki menyatakan, pemanggilan Baily karena duta besar AS sedang tidak ada di tempat. Langkah tersebut muncul setelah Menteri Luar Negeri Turki, Ahmed Davutoglu, bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, di sela pertemuan internasional di Brunei. Kemenlu Turki mengatakan, laporan-laporan di media mengenai penyadapan terhadap kantor diplomatik Eropa, mencemaskan. Kemenlu menegaskan akan melakukan evaluasi berdasar jawaban-jawaban dari pihak berwenang AS menyangkut klaim tersebut  (http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/13/07/03/mpd6gz-turki-panggil-diplomat-as-tuntut-penjelasan-soal-penyadapan).**