4/02/2013

Bepe Mundur dari Timnas: Saya adalah Generasi yang Gagal



“Pintu untuk timnas masih mungkin terbuka di masa mendatang. Akan selalu ada kemungkinan untuk kembali,” Ujar Bepe lewat Twitter-nya.

Merasa tidak mampu mempersembahkan satu pun gelar bergengsi untuk Timnas Garuda, menjadi salah satu alasan Bambang Pamungkas untuk pensiun dari tim nasional tersebut. Legenda sepakbola Indonesia ini menuliskan curahan hatinya itu di blog pribadinya soal keputusan tersebut. 
Bambang Pamungkas

"Pada akhirnya saya memang harus menerima kenyataan bahwa tidak ada satu gelar bergengsi yang mampu saya berikan untuk Indonesia. Dan oleh karena itu seperti yang pernah saya janjikan, di akhir artikel ini saya akan berteriak dengan lantang, bahwa "Saya adalah Generasi yang Gagal,” tulis striker Persija ini di blog pribadinya tersebut.

Meski demikian, Bambang Pamungkas tetap merasa terhormat mengenakan kostum merah-putih. Dia pun mengungkapkan, “Cepat atau lambat, jersey merah-putih itu pasti akan tanggal dari badanku. Akan tetapi satu hal yang pasti, lambang garuda itu akan tetap melekat di dada kiriku, tinggal di sana sampai akhir hayatku.” (http://www.republika.co.id/berita/sepakbola/liga-indonesia/13/04/02/mklo9r-bepe-saya-adalah-generasi-yang-gagal

Selain melalui blog, Bepe, julukan Bambang Pamungkas, juga berkicau di akun Twitter-nya @Bepe20. Bahkan Bepe menyebarkan kabar mengejutkan untuk resmi pensiun dari timnas, melalui akun Twitter tersebut. “Awalnya saya pikir semuanya akan berjalan dengan mudah. Tinggal merangkai kata, upload ke blog pribadi, dan kemudian menyebarluaskan melalui akun Twitter saya. Selesai perkara,” tulis Bepe.

“Tetapi pada kenyataannya tidak semudah yang terpikir di benak saya. Butuh waktu lama untuk pada akhirnya saya berani untuk menulisnya. Padahal keputusan ini sudah saya ambil sejak empat bulan yang lalu.”  (http://www.goal.com/id-ID/news/1387/nasional/2013/04/02/3871032/gejolak-sepakbola-nasional-alasan-bambang-pamungkas-mundur?source=breakingnews&ICID=HP_BN_1) 

Di blognya Bepe mengatakan, dia sudah memberi pertanda untuk mundur saat mengenakan nama “Pamungkas” di kostum timnas saat ajang Piala AFF 2012. "Ketika itu pada detik-detik terakhir, saya memutuskan menggunakan nama ‘Pamungkas’ daripada ‘Bambang’ seperti yang biasa saya kenakan di jersey tim nasional saya," tulis Bepe. Dalam bahasa Indonesia, kata “pamungkas” memiliki arti “menjadi yang terakhir”. "Saat itu saya memutuskan bahwa pagelaran Piala AFF 2012 akan menjadi penampilan resmi terakhir saya, bersama tim nasional Indonesia."

Bergabungnya Bepe ke timnas ketika itu bukan pilihan mudah, mengingat hal itu bertentangan dengan kebijakan klub yang dibelanya, Persija Jakarta, dan juga institusi tempatnya berafiliasi (IndonesiaSuper League/ISL dan Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia/KPSI). "Banyak orang yang menganggap saya ingkar janji, tidak sedikit yang menganggap saya sebagai seorang pengkhianat," jelasnya. Akan tetapi, kata Bepe, dia berusaha selalu berkata benar jika memang benar dan salah jika memang demikian adanya, apa pun risikonya (http://www.republika.co.id/berita/sepakbola/freekick/13/04/02/mklp2c-bepe-nama-pamungkas-di-kostum-timnas-jadi-pertanda).

Kabar mundurnya Bepe sebenarnya sudah lama berembus. Ketua Umum Persija Jakarta, Ferry Paulus, pada Agustus 2012, bahkan sudah memberi sinyal mundurnya Bepe. Alasannya ketika itu, Bepe merasa bersalah kepada klub Persija dan resmi mengundurkan diri dari tim nasional di bawah komando PSSI era Djohar Arifin Husin.

Pengunduran diri Bepe dari timnas, menurut Ferry, setelah dipanggil manajemen Persija terkait tindakan indisiplinernya pada 4 Agustus 2012. Saat itu, eks pemain Selangor FC, Malaysia, tersebut, memenuhi panggilan timnas Indonesia untuk beruji tanding melawan klub Spanyol, Valencia. Bepe dinilai melakukan tindakan indisipliner dengan memperkuat timnas Indonesia saat berlaga melawan "Los Ches". Sebelumnya, Persija melarang para pemainnya untuk memperkuat timnas Indonesia, tak terkecuali sang kapten.

Alasan lain mundurnya Bepe dari timnas kata Fery, adalah kondisi sepak bola Indonesia yang sedang tidak kondusif, dengan situasi bahwa Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengamanatkan seluruh masalah organisasi kepada joint committee yang dibentuk dan disetujui para pihak pada 7 Juni 2012. "Kami menarik pemain kami (dari timnas) sampai kondisi sepak bola membaik dan tidak kisruh lagi," ucap Ferry.http://bola.kompas.com/read/2012/08/11/04530527/Bepe.Mundur.dari.Timnas

Dengan demikian, Bepe mengakhiri 14 tahun kariernya di skuat Garuda. Pemain berusia 32 tahun itu sudah memperkuat timnas sejak tahun 1999 dan telah mencatatkan 96 caps dengan torehan 44 gol.

Bepe memulai kariernya di timnas saat masih berusia 18 tahun, pada laga timnas melawan Estonia, 2 Juni 1999. Pada pertandingan yang berkesudahan 2-2 itu Bepe langsung mencetak gol. Terakhir, Bepe memperkuat timnas di ajang Piala AFF 2012 lalu. Usai itu, ia mundur dari Persija karena gajinya masih ditunggak. Ia pun tak masuk seleksi skuat timnas yang berlaga melawan Arab Saudi di kualifikasi Piala Asia 2015, 23 Maret lalu (http://www.republika.co.id/berita/sepakbola/liga-indonesia/13/04/01/mkkipo-bambang-pamungkas-pensiun-dari-timnas-indonesia).

Meski begitu, Bepe masih memungkinkan jalan untuk kembali ke timnas. Menanggapi kicauan para follower di akun Twitter-nya, ia menulis bahwa pintu untuk timnas masih mungkin terbuka di masa mendatang. "Akan selalu ada kemungkinan untuk kembali, walau sejujurnya persentasenya tidak terlalu besar," tulis Bepe (http://www.republika.co.id/berita/sepakbola/liga-indonesia/13/04/02/mkln0c-pensiun-dari-timnas-ini-kegiatan-baru-bambang-pamungkas).

Keputusan mundurnya Bepe dari Timnas Indonesia agaknya cukup membuat para pendukung skuat Merah-Putih bersedih. Bagaimanapun Bepe adalah salah satu pemain paling berpengaruh di skuat Garuda dalam satu dekade terakhir ini.

Wakil Ketua Umum The Jakmania, Richard Ahmad Supriyanto, menyayangkan mundurnya Bepe 20, sebab tenaga, pemikiran, dan kepemimpinannya masih di perlukan di timnas. "Mungkin Bepe punya alasan sendiri kenapa begitu cepat dia mengundurkan diri dari timnas. Hormatku untukmu kapten," ujar Richard (http://www.tribunnews.com/2013/04/01/the-jak-terima-kasih-bepe).

Para pengguna Twitter juga ramai-ramai mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada topskorer timnas dengan torehan 44 gol tersebut. “Goodbye @bepe20 ! Gol kemenanganmu melawan Bahrain 2007 tak akan kulupakan. Ku ceritakan pada anak cucuku kelak," kata James Christopher dalam akun @Jameschris (http://www.republika.co.id/berita/sepakbola/liga-indonesia/13/04/01/mkkkox-mundur-dari-timnas-bepe-dibanjiri-terima-kasih-di-twitter).

News peg:

4/01/2013

Harta Korupsi Djoko Susilo yang Belum Disita Rp 51 Miliar

 
"Djoko menikahi Dipta Anindita dengan mahar uang tunai Rp 15 miliar"

Dari Rp 121 miliar dugaan kerugian negara akibat dikorupsi Djoko Susilo, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru menyita harta kekayaan sang Inspektur Jendral Polisi ini senilai Rp 70 miliar. Entah dari mana Djoko akan melunasi sisanya sebesar Rp 51 miliar.
Djoko Susilo

Namun Juru Bicara KPK, Johan Budi dalam jumpa pers di KPK, Jakarta, Senin (1/4) mengatakan, meski saat ini berkas perkaranya sudah dinyatakan lengkap atau P21, penelusuran aset milik Djoko Susilo masih terus dilakukan. Dikatakan Johan, masih ada sejumlah rekening milik Djoko Susilo yang sudah diblokir KPK, namun Johan mengaku tidak mengetahui berapa nilai uangnya.

Masalah penggantian kerugian, kata dia, akan diputuskan majelis hakim di Pengadilan Tipikor (tindak pidana korupsi) Jakarta. Saat ini, penyidik KPK telah melimpahkan berkas perkara Djoko ke penuntutan. Dalam waktu maksimal 14 hari sejak saat ini (1 April), kata Johan, kasus Djoko Susilo akan disidangkan (http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/13/04/01/mkkt3b-kpk-baru-miskinkan-djoko-susilo-sebesar-rp-70-miliar).

Irjen Pol Djoko Susilo ditangkap KPK atas kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) proyek simulator surat izin mengemudi (SIM) tahun anggaran 2011. Waktu itu, dia menjabat sebagai mantan Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri). Usai diperiksa KPK pada 3 November 2012, mantan Gubernur Akpol itu langsung dijebloskan ke Rutan KPK yang berada di lingkungan Rutan Militer Guntur.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangkanya, selain Djoko Susilo, juga Wakil Kepala Korlantas nonaktif, Brigjen Didik Purnomo, dan dua rekanan swasta proyek ini yakni Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia (ITI), Sukotjo Bambang, dan Direktur PT Citra Mandiri Metalindo Abadi, Budi Susanto (http://www.merdeka.com/peristiwa/irjen-pol-djoko-susilo-akhirnya-ditahan-kpk.html
)
Selain empat tersangka yang ditetapkan KPK, pada 1 Agustus 2012, Bareskrim Polri juga menetapkan lima tersangka dalam kasus tersebut, tiga di antaranya sama dengan tersangka versi KPK yaitu Didik, Budi dan Sukotjo sedangkan dua tersangka lain adalah AKBP Teddy Rusmawan dan Kompol Legimo.

Didik, Teddy, dan Legimo telah ditahan di rutan Korps Brimob, sedangkan Budi ditahan di rutan Bareskrim. Masa penahanan keempatnya berakhir pada 31 Oktober.  Sementara itu Sukotjo S Bambang telah divonis penjara di rutan Kebon Waru Bandung (http://www.antaranews.com/berita/341456/kpk-periksa-didik-dan-budi-susanto-pada-jumat
).


Akibat adanya perbedaan penetapan nama tersangka antara KPK dan Polri, sempat terjadi polemik mengenai pihak yang akan mengusut kasus ini. Namun Presiden SBY akhirnya memutuskan Polri harus menyerahkan kasus ini ke tangani KPK. Akibatnya, status Teddy dan Legimo menjadi tidak jelas, karena keduanya bukan tersangka KPK (http://www.merdeka.com/peristiwa/irjen-pol-djoko-susilo-akhirnya-ditahan-kpk.htm).

Mengenai harta Djoko Susilo yang sudah disita senilai 70 miliar, adalah berasal dari penyitaan 33 aset berbentuk tanah dan rumah di enam provinsi, empat unit mobil, enam unit bus besar pariwisata, dan tiga SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum). (http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/13/04/01/mkkt3b-kpk-baru-miskinkan-djoko-susilo-sebesar-rp-70-miliar).

Selain menyita harta Djoko, KPK pada 1 Februari mengeluarkan surat cekal bagi enam orang terkait kasus korupsi simulator tersebut. Mereka adalah Dipta Anindita,  Djoko Waskito, Erick Maliangkai (notaris), Mudjihardjo (pensiunan Polri), serta Wahyudi, dan Mulyadi. Enam orang tersebut sudah dicegah ke luar negeri oleh Ditjen Imigrasi Kemenkumham sejak 21 Januari 2013.

Munculnya nama Dipta Anindita cukup menggegerkan, pasalnya penyandang gelar Putri Solo 2008 ini akhirnya diketahui sebagai istri muda Djoko Susilo. Istri “sah” Djoko sendiri bernama  Suratmi (http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/13/02/01/mhjipf-kpk-cegah-istri-muda-irjen-djoko-susilo).


Selain Suratmi dan Dipta, Djoko Susilo juga ternyata memiliki istri lain bernama Mahdiana. Ikatan cinta Djoko dengan mereka ini terlacak saat KPK menelusuri kasus pidana pencucian uang oleh Djoko. Berdasarkan data resmi dari KUA masing-masing wilayah, ada tiga istri yang sah dinikahi Djoko. Mereka dinikahi resmi oleh Djoko dengan status “perjaka”. Masing-masing tercatat sebagai pemilik aset berupa rumah atau tempat usaha. (http://news.detik.com/read/2013/02/28/153550/2182327/10/?nd772204topnews).

Misalnya saja, dua dari tiga bidang tanah milik Djoko yang disita KPK tercatat atas nama Dipta. Kedua bidang tanah itu ada di Jalan Sam Ratulangi, Solo, di sebelah selatan Stadion Manahan seluas 877 meter persegi, yang didaftarkan ke BPN pada 2008, dan di kawasan Jebres seluas 1.180, yang didaftarkan pada 2012 lalu.

Sedangkan sebidang tanah lainnya dengan rumah kuno di atasnya di Jalan Perintis Kemerdekaan, Solo, seluas 3.077 meter persegi, terdaftar milik Poppy Femialya. KPK menyita rumah tersebut Kamis, 14 Februari 2013. Melimpahnya kekayaan Djoko juga bisa dilihat dari mahar yang diberikan kepada Dipta, yang menikah dengan Djoko pada 2008. Mahar itu berupa uang tunai senilai Rp 15 miliar (http://www.tempo.co/read/news/2013/02/28/063464262/Mahar-Djoko-Susilo-untuk-Dipta-Layak-Masuk-MURI).

News peg:

Korut Anggap Gencatan Senjata Sejak 1953 Berakhir


“Korea Utara semburkan ancaman-ancaman serangan pada Korea Selatan dan para sekutunya”

Menghadapi ancaman Amerika Serikat dan para sekutu jirannya, Korea Selatan dan Jepang, Korea Utara memperbanyak sesumbar. Terakhir, dalam rapat pleno Komisi Sentral Partai Buruh Korea Utara yang dipimpin Kim Jong Un, Korea Utara bertekad akan mengembangkan dan meluncurkan satelit-satelit yang lebih canggih.

Kim Jong Un meneropong Korsel
Dalam pernyataan yang disiarkan KCNA itu, disebutkan juga bahwa senjata nuklir negara itu tidak bisa diganggu gugat dan tidak akan dihentikan meski diberi bantuan ekonomi “miliaran dolar” pun. Senjata nuklir Korea Utara (Korut), menurut pernyataan yang dilansir kantor berita resmi Korut itu, bukan alat tawar politik; program itu akan ditingkatkan dan dipercanggih sampai dunia yang bebas nuklir terwujud.

Pertemuan itu dilakukan sehari sebelum parlemen negara itu bertemu 1 April di tengah ketegangan yang meningkat dengan Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS). Perkembangan terakhir, sejumlah sumber memberitahu VOA bahwa sekelompok jet tempur siluman Amerika F-22 diterbangkan dari pangkalan udara Kadena, Jepang, ke pangkalan udara Osan, selatan Seoul, untuk bergabung dalam latihan militer bersama di Korsel (http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/13/04/01/mkjrbz-korut-senjata-nuklir-kami-tak-bisa-diganggu-gugat).

Aksi-aksi militer AS dan sekutunya ini, tampaknya kian memancing Korut lebih sering mengeluarkan ancaman serangan.  ''Negara itu telah mengancam akan melancarkan serangan hampir setiap hari sejak dikenakan sanksi oleh PBB,'' demikian laporan Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta, Senin (1/4). (http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/13/04/01/mkjwvo-selandia-baru-desak-korut-berhenti-mengancam).

Berbagai pernyataan politis dari pihak Korut muncul sejak negara ini resmi menyatakan perang terhadap Korsel, pada Jumat, 29 Maret lalu. "Mulai saat ini, hubungan (Korea) Utara dengan (Korea) Selatan memasuki perang dan segala masalah yang muncul di antara Utara dan Selatan akan ditangani secara tepat," ujar pernyataan yang dibawa oleh KCNA.

Pernyataan perang dari Korut ini seolah mengakhir gencatan senjata yang disepakati antara kedua negara bertetangga ini sejak perang pertama mereka pecah pada 1950-1953. Kedua Korea secara teknis memang masih dalam keadaan perang karena perang pada 1950-an itu tidak diakhiri dengan satu perjanjian damai, melainkan sekadar gencatan. Karena itu, Korut awal Maret lalu mengumumkan, gencatan senjata itu tidak berlaku lagi. ''Kondisi lama di Semenanjung Korea tersebut, yaitu tak ada perdamaian tapi juga tak ada perang, akhirnya usai,'' kata satu pernyataan  dari pihak Korut yang disiarkan KCNA (http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/13/04/01/mkjwvo-selandia-baru-desak-korut-berhenti-mengancamdanhttp://www.republika.co.id/berita/internasional/global/13/03/31/mkif98-korea-utara-umumkan-perang-ini-nasib-kompleks-industri-antarkorea).

Sebelumnya, ketegangan di Semenanjung Korea yang meninggi menyebabkan militer Korut menerapkan status siaga perang dan menggeser sistem rudal jarak jauhnya ke arah pangkalan militer milik AS di kawasan Pasifik dan Korsel.
Keputusan perang ini menyusul kenekatan AS menerbangkan beberapa pesawat siluman di langit Semenanjung Korea pada Kamis (28/3) malam, waktu setempat. Presiden Korut, Kim Jong-un mengatakan, aksi manuver pesawat Stealth B-52 milik Paman Sam itu adalah aksi konfrontatif.  “Waktunya telah datang menuntaskan perhitungan dengan imperialis AS,'' kata dia, dalam surat pernyataan yang disiarkan KCNA, Jumat (29/3). Keputusan Jong-un ini terkeras sepanjang konfrontasi teranyar antara Korut dan AS ini (http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/13/03/30/mkg62e-korea-utara-nyatakan-perang). 


Pesawat pengebom B-52 itu terbang dari pangkalan militer AS di Missouri, untuk bergabung dengan pasukan militer AS di wilayah perbatasan dua Korea, untuk melakukan latihan perang. Meski tidak memuntahkan peluru atau pun senjata berat lainnya, aksi pesawat tersebut terpantau jaringan radar pertahanan milik Korut di Pyongyang. Aksi itu mendesak rapat mendadak antar pimpinan militer di Korut (http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/13/03/28/mkexpd-korea-utara-siaga-perang).

Ketegangan di semenanjung Korea meningkat setelah Korut melakukan ujicoba nuklir pada 12 Februari 2013, menyusul ujicoba sama pada 2006 dan 2009. Tes tersebut membuat PBB meningkatkan sanksi atas Korut. Dewan Keamanan (DK) PBB dengan suara bulat, menyetujui resolusi memberlakukan sanksi baru yang keras terhadap Korut sebagai tanggapan terhadap uji coba nuklir tersebut.

http://www.voaindonesia.com/content/pbb-jatuhkan-sanksi-berat-atas-korut/1617373.html).

Namun bukannya melunak, Korut malah makin berang, hingga akhirnya menyatakan perang terhadap Korsel dan sekutunya itu. Pemerintah Korut  bahkan telah memerintahkan tentara dan unit roketnya  bersiap menyerang pangkalan Amerika Serikat di Hawai, Guam, dan daratan utama AS. Pengumuman itu diberitakan kantor berita KCNA setelah Pyongyang mengancam AS.

Kerjasama militer AS dan Korsel (antara lain dengan adanya manuver B-52 di Semenanjung Korea), semakin memperparah ketegangan dengan Korut. Beberapa pekan terakhir, ancaman Korut meningkat. Pyongyang menggertak akan meledakkan bom nuklir di pangkalan AS di Jepang. Sementara itu BBC melansir, Korut tidak memiliki teknologi yang cukup untuk menjangkau daratan utama AS dengan senjata nuklir atau roket. Meski, Korut bisa menarget pangkalan militer AS di wilayah sekitarnya (http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/13/03/26/mk9qqh-korut-perintahkan-tentara-dan-roket-bersiap-serang-as).
 
Pihak Korut mengatakan perangkat militer tersebut disiapkan untuk mengamankan kedaulatan dan martabat. Menurut mereka, musuh Korut telah melebihi batas bahaya. dan satu perintah akan diberikan untuk menyerang. 

Dari Pentagon, Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa mereka menganggap serius ancaman Korut ini. "Kami menanggapi semua yang mereka katakan dan lakukan dengan serius," kata Juru Bicara Pentagon, George Little seperti dilansir PressTV, Rabu (27/3).

Menurut Little, Korut tidak mendapatkan apa-apa dengan mengancam dan memprovokasi selain pengucilan. Ancaman tersebut dinilai juga memundurkan langkah internasional untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di Asia (http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/13/03/27/mkazxc-ini-respons-pentagon-soal-ancaman-korea-utara).

Sementara itu, Park Geun-hye, Presiden perempuan pertama Korsel, saat memperingati ulang tahun ketiga penenggelaman kapal perang Korsel  yang menewaskan 46 pelaut, mengeluarkan imbauan kepada Utara untuk menghentikan ambisi nuklirnya demi menyelamatkan rakyatnya yang kelaparan. Menanggapi itu, juru bicara Komisi Reunifikasi Damai Korea seperti dikutip KCNA, Rabu (27/3), meminta agar Presiden Korsel itu "menjaga mulutnya".

Kebencian Korut terhadap pemimpin-pemimpin Korsel diungkapkan dengan retorika-retorika menyerang ke pribadinya. Korut misalnya menyindir Park dengan menyebut  ada “kipas-kipas berbisa dari busananya”. Korut juga menyebut Lee Myung-Bak, pendahulu Park, yang memotong bantuan ke Pyongyang selama lima tahun memerintah Korsel, sebagai "tikus sialan". Negara penganut paham sosialis ini juga menembak dan menggantung boneka Lee.

Pada saat berkampanye sebagai presiden pada 2012 lalu, Park menempatkan upaya membangun persahabatan dengan Pyongyang pada prioritas utama, namun selalu diakhir dengan menyatakan,  peningkatan hubungan dengan Utara tergantung pada kemauan Utara menghentikan program senjata nuklirnya (http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/13/03/27/mkb3ga-korut-presiden-korsel-lebih-baik-jaga-mulut).

(penulis: ruri andayani)

News peg: